PERHATIAN !!! TIDAK MENERIMA HALAMAN DEWASA, BERBAU SARA, DAN SEGALA BENTUK YANG DAPAT MENIMBULKAN KONTROVERSI.
CAUTION !!! NO ADULT PAGE AND ALL FORMS OF WHICH CAN CAUSE CONTROVERSY.

Showing posts with label Tips Bekerja. Show all posts
Showing posts with label Tips Bekerja. Show all posts

Sunday, May 29, 2011

Buat Pencari Kerja: Hati-hati dengan Status dan Comment di Facebook Anda!

Hati-hati dengan status dan comment facebook Anda! Itulah pesan yang akan saya sampaikan. Setiap kali saya melihat status facebook, hampir mayoritas berisi dengan ucapan atau kata-kata yang dapat mematahkan semangat atau mengeluh! Seandainya saya pemilik perusahaan, pasti saya tidak akan menerima orang tersebut untuk bekerja di perusahaan saya. Dan banyak lagi status para facebookers yang tidak bernilai positif! Untuk itu, mulailah meluncurkan status bernada positif, siapa tahu ada teman Anda yang tertarik dengan kepribadian Anda. Berikut artikel yang akan mengupas masalah ini:

Jika dulu untuk mencari kerja harus memiliki cover letter dan CV yang memuaskan, kualifikasi yang sesuai, dan akses besar ke informasi lowongan kerja, maka saat ini ada tambahan satu hal yang juga harus diperhatikan, yaitu konten social media yang pernah dipublish untuk publik.

Mengapa hal ini menjadi satu penting yang harus diperhatikan? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh CareerBuilder.com menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan merambah ke social media untuk melakukan background check terhadap calon karyawan mereka. Sebesar 45% dari perusahaan 'melongok' social media sebagai salah satu cara bahan pertimbangan atau screening terhadap calon karyawan. Sebuah peningkatan sebesar 100% setelah setahun sebelumnya hanya 22% dari perusahaan yang melakukan hal ini.
Bagaimana di Indonesia

Mungkin hal yang sama tidak terjadi di Indonesia. Rasanya belum terlalu banyak human resource department perusahaan yang berniat melakukan background check hingga ke social media. Kebanyakan masih melakukannya dengan bantuan referensi yang disertakan dalam surat lamaran. Akan tetapi mengingat besarnya pengguna situs jejaring pertemanan di Indonesia seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, MySpace, YouTube, tinggal menunggu waktu hingga HRD mulai searching nama calon karyawannya di Facebook untuk menilai atau mengetahui lebih jauh tentang calon tersebut.
Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa sayangnya, para pencari kerja justru sering kali mengabaikan konten social media mereka, dengan pertimbangan bahwa tidak akan memberikan pengaruh bagi penilaian sebagai seorang karyawan. Well, they are proven wrong.
Pandangan Perusahaan

Beberapa alasan yang membuat manajemen enggan mempekerjakan calon karyawan karena konten social media mereka antara lain :

Kandidat memposting konten tentang kebiasaan minum atau menggunakan obat-obatan.
Kandidat menjelek-jeleknya perusahaan tempat ia bekerja dulu.
Kandidat membuat komentar yang berbau SARA atau diskriminatif
Kandidat berbohong tentang kualifikasinya.
Kandidat memposting informasi dari perusahaan tempat ia pernah bekerja.

So, what should you do?

Lalu bagaimana dengan Anda yang sedang dalam proses mencari kerja? Apakah Anda harus ‘puasa’ update status dan memajang foto-foto di akun Facebook? Atau berhenti Twitting sementara sampai ada kepastian? Tentunya tidak sejauh itu. ‘Toh bersosialisasi di dunia maya adalah hak Anda. Rasanya Anda pasti setuju kalau sebenarnya selama kompetensi dan kinerja Anda memuaskan, pertimbangan berdasarkan kegiatan personal Anda tidak bisa dijadikan alasan untuk batal mempekerjakan Anda. Anda hanya perlu memperhatikan beberapa hal untuk menampilkan reputasi dunia maya yang positif, diantaranya:

Perhatikan album foto online Anda di Facebook, atau tempat lainnya. Hapus foto yang bisa merusak reputasi Anda.
Jangan memamerkan hal-hal negatif ke dunia luar. Fokuskan kepada hal positif, baik yang berhubungan dengan dunia professional maupun personal.
Cobalah untuk membuat grup khusus untuk profesi Anda atau bergabunglah dengan professional group yang ada di FB atau media lainnya. Ini salah satu cara menjalin hubungan dengan para pemimpin, rekruter atau sesama profesi.
Selektif menerima teman. Hanya karena orang meng-add Anda sebagai friend bukan berarti Anda harus selalu menerimanya. Anda tidak akan pernah tahu siapa dibalik nama di FB atau Twitter.
Jika Anda masih bekerja atau terikat dengan perusahaan tertentu, jangan membeberkan pencarian kerja Anda di dunia maya. Bukan tidak mungkin manajemen tempat Anda bekerja sekarang mengetahui hal tersebut dan menilai rendah loyalitas Anda.
NVIDIA - Badaboom

LIKE More...

Thursday, May 19, 2011

BOS Ingin Jadi Teman di Facebook? Terima atau Abaikan? Bingung Deh...

Memiliki account facebook sungguh sangat mengasikkan. Tetapi terkadang juga membuat pusing kepala. Dan masih banyak lagi hal-hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dengan memiliki account facebook. Suatu saat seorang Bos atau atasan meminta pertemanan di facebook dengan Anda, disini kita akan bertambah bingung. Diterima atau tidak ya? Kalau diterima, nanti kita tidak bisa lagi berkeluh kesah di facebook mengenai pekerjaan kita karena status yang kita post mungkin nanti akan terbaca oleh atasan. Bingung deh jadinya? Gimana solusinya? Silahkan membaca artikel berikut ini.

Di usianya yang sudah menginjak tahun ke-6 di dunia Internet, tampaknya Facebook masih menjadi situs pertemanan terfavorit di Indonesia. Jumlah pengguna situs ini di Indonesia termasuk 10 besar di dunia dengan pertumbuhan yang cukup mencengangkan. Apa yang membuatnya begitu diminati oleh masyarakat kita? Facebook selain bisa menjadi sarana untuk memperluas dan menjaga networking, juga bisa jadi ‘pembunuh’ waktu yang menyenangkan. Mengupdate status, mengecek profile teman, membaca pesan dan komen di wall hingga memainkan berbagai aplikasi dan games bisa membius pemakainya hingga berjam-jam. Tidak heran bila sebuah penelitian di USA menyebutkan bahwa rata-rata sehari seorang karyawan bisa menghabiskan waktu hingga dua jam untuk berselancar di situs ini.

Namun pernahkah Anda membayangkan situasi ini. Atasan atau boss Anda ternyata mengundang Anda untuk jadi temannya. Apakah Anda akan langsung mengklik tombol ignore atau menerima boss jadi teman Anda di Facebook? Sebelum Anda meng-klik apapun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.


Kernel File Shredder

Bagaimana hubungan Anda dengan sang atasan? Apakah selama ini hubungan tersebut selalu formal dan berjarak selayaknya seorang professional? Atau apakah Anda memang memiliki hubungan yang cukup erat dengan boss Anda? Jika ternyata hubungan Anda dengan boss hanya terbatas pada masalah pekerjaan belaka, apakah Anda akan tetap nyaman bekerja bila nanti hubungan tersebut berubah?

Apa fungsi akun Facebook buat Anda? Jika akun ini adalah tempat Anda dengan bebas berceloteh tentang apa saja, seperti kehidupan pribadi atau pekerjaan, maka kemungkinan besar ada konten Facebook yang sebaiknya tidak diketahui oleh boss. Mungkin saja Anda pernah menuliskan status betapa bencinya Anda dengan pekerjaan Anda, atau menceritakan bad day at work yang disebabkan oleh sang boss. Jika Anda menggunakan akun Facebook untuk kepentingan networking, menjalin hubungan professional dengan klien, atau bahkan mencari klien potensial baru, maka tidak ada salahnya menjadikan boss sebagai salah satu teman Anda.

Bagaimana dengan ‘dosa digital’ Anda? Pernahkah Anda memasang foto ‘tidak senonoh’, mengunggah video gila Anda, atau hal provokatif lainnya yang hanya pantas dilihat oleh Anda pribadi? Jika pernah, yakinkah bahwa Anda ingin sang boss melihat sisi lain dari Anda? Seprofesional apapun boss Anda, sedikit banyak hal ini akan mempengaruhi penilaiannya terhadap Anda sebagai karyawan. Jika Anda ingin menerima boss sebagai teman di akun FB Anda, relakah Anda untuk menghapus semua unsavory online content di sana?
Apakah ada peraturan perusahaan yang mengatur tentang aktifitas online karyawannya? Jika ada, apakah Anda benar-benar tahu tentang kewajiban dan hak karyawan serta sanksi yang bisa diterapkan jika terjadi pelanggaran? Jika seandainya Anda menerima boss menjadi salah satu teman Anda, adakah kemungkinan bahwa perusahaan akan menerapkan peraturan tersebut karena manajemen –dalam hal ini diwakili oleh boss Anda- sudah bisa memantau aktifitas online Anda?

Akan tetapi menolak tawaran boss Anda untuk menjadi teman rasanya terlalu rude dan tidak sopan. Terlebih lagi jika hampir semua rekan kerja Anda juga teman si boss di akun FB pribadinya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sementara Anda juga ingin tetap menjaga privacy dan memisahkan antara kehidupan kantor dan pribadi, berikut hal-hal yang bisa jadi guide Anda.

Facebook memiliki fitur yang bisa mengatur siapa yang bisa melihat profile, foto bahkan wall dan status Anda. Hubungan professional bisa Anda jaga dengan atasan asalkan Anda teliti dan meluangkan waktu untuk mengatur viewer setiap material yang Anda unggah ke FB.

Pikirkan tentang boss masa depan. Akibat konten Facebook Anda tidak hanya berdampak terhadap boss Anda sekarang, tapi juga terhadap karir Anda di masa yang akan datang. Bukan tidak mungkin Anda akan pindah kerja dan calon atasan Anda ingin melihat profil Anda di FB. Pastikan tidak semua bagian profil pribadi Anda bisa dilihat orang.

Tidak ada salahnya menerapkan censorship yang sama terhadap rekan kerja. Terlebih lagi rekan kerja yang Anda tidak kenal benar secara pribadi. Bila salah satu rekan kerja Anda bisa melihat semua konten FB Anda, bukan tidak mungkin hal tersebut akan beredar di kantor, bahkan sampai manajemen. Tidak semua hal dalam kehidupan Anda pantas untuk diketahui publik dan kadangkala lebih aman untuk menjalin hubungan seprofesional mungkin dengan mereka.

Bersosialisasi lewat situs pertemanan memang menyenangkan. Banyak hal positif yang bisa didapatkan seperti menjalin hubungan silaturahmi dengan teman lama, mengembangkan jejaring bahkan mendapatkan klien potensial. Tetapi ingatlah untuk tetap menerapkan self censorship terhadap setiap hal-hal pribadi yang Anda share di Internet. Sebelum menuliskan status apapun, mengunggah foto atau video atau berkomentar di wall orang lain, pertimbangkan dampaknya nanti di masa depan bagi kelangsungan karier Anda, terutama jika Anda sudah bersedia membuka akses rekan kantor dan boss ke akun FB Anda.

sumber:

LIKE More...